Mengakui Pluralitas Agama Dan Menolak Pluralisme Agama

Posted: 08/01/2010 in Uncategorized

Sudah pernah mendengar istilah Pluralisme Agama? Wah….mahluk jenis apakah pluralisme agama itu?

Bagi masyarakat awam seperti saya ini perlu memahami dengan mudah pengertian dari Pluralisme Agama, sehingga dengan modal pengetahuan tersebut kita tidak “asbun”.

Ada Pluralitas Agama…ada Pluralisme Agama,,,! Ingat…jangan salah istilah….!

Pluralitas Agama:

Pluralitas agama adalah sebuah kenyataan bahwa di negara atau daerah tertentu terdapat berbagai pemeluk agama yang hidup secara berdampingan (reff: Fatwa Majelis Ulama Indonesia).

Definisi pluralitas agama tersebut memberikan gambaran kepada kita bahwa adalah suatu keniscayaan bagi kita di Indonesia untuk hidup berdampingan dengan pemeluk agama lain. Pluralitas agama juga diartikan menerima dan mengakui keberagaman agama. Seorang Muslim mengakui bahwa disekelilingnya ada agama-agama lain selain Islam, tetapi pengakuan tersebut terbatas pada keberagaman agama, bukan kebenaran agama lain. Dalam bahasa yang sederhana, pluralitas agama mengacu pada pengertian bahwa disekitar kita ada pemeluk agama lain selain agama kita.

Pluralisme Agama:

Pluralisme agama adalah suatu paham yang mengajarkan bahwa semua agama adalah sama dan karenanya kebenaran setiap agama adalah relative; oleh sebab itu, setiap pemeluk agama tidak boleh mengklaim bahwa hanya agamanya saja yang benar sedangkan agama yang lain salah. Pluralisme juga mengajarkan bahwa semua pemeluk agama akan masuk dan hidup dan berdampingan di surga. (reff: Fatwa Majelis Ulama Indonesia).

Pluralisme Agama didasarkan pada satu asumsi bahwa semua agama adalah jalan yang sama-sama sah menuju Tuhan yang sama. Jadi, menurut penganut paham ini, semua agama adalah jalan yang berbeda-beda menuju Tuhan yang sama. Atau, mereka menyatakan, bahwa agama adalah persepsi manusia yang relatif terhadap Tuhan yang mutlak, sehingga – karena kerelativannya – maka setiap pemeluk agama tidak boleh mengklaim atau meyakini, bahwa agamanya lebih benar atau lebih baik dari agama lain; atau mengklaim bahwa hanya agamanya sendiri yang benar.(reff: DR. Adian Husaini: artikel “Pluralisme agama: Parasit bagi agama-agama”)

DR. Syamsuddin Arif menyebutkan bahwa bagi kaum pluralis, pluralisme agama tidak sekadar mengakui keberadaan berbagai agama, mereka menganggap semua agama mewakili kebenaran yang sama, meskipun ‘porsinya’ tidak sama. Semuanya menjanjikan keselamatan dan kebahagiaan, walaupun ‘resepnya’ berbeda-beda. Terdapat banyak jalan menuju Tuhan. (DR. Syamsudin Arif: “Orientalis & Diabolisme Pemikiran”). Masih menurut DR. Syamsuddin Arif, di Indonesia pluralisme kerap dipadankan dengan inklusivisme. Pada hakikatnya, Inklusivisme cukup berbahaya. Ia mengajarkan bahwa agama Anda bukanlah satu-satunya jalan keselamatan. Tidak boleh Anda menganggap penganut agama lain bakal penghuni neraka.

Nah…setelah mengetahui makna pluralitas agama dan pluralisme agama menurut para pakar tersebut, buat saya sangat jelas, sebagai Muslim saya menolak pluralisme agama, tapi mengakui pluralitas agama. Saya meyakini bahwa cuma orang Islam yang pasti bakal masuk surga (dengan memenuhi semua persyaratan untuk masuk surga tentunya) sedangkan pemeluk agama lain pasti masuk neraka. Meskipun demikian, karena mengakui pluralitas agama, saya akan bersikap baik dan toleran kepada pemeluk agama lain, tidak menyakiti, tidak menghina, tidak menzolimi, dengan tetap mengacu pada aturan-aturan dalam Islam. Bagi pemeluk agama lain, seperti Kristen, Katolik, Hindu, Budha, dan lain-lain silakan meyakini bahwa cuma pemeluk agama Anda yang pasti masuk surga dan pemeluk agama lain akan masuk neraka, tapi untuk urusan duniawi yang tidak berhubungan dengan prinsip agama, mari kita sama-sama toleran, saling menghagai dan menghormati. Cukup fair kan?

Seorang Muslim jangan tersinggung jika ada pemeluk Kristen, Katolik, hindu atau Budha yang mengklaim cuma agamanya saja yang benar, begitu juga dengan pemeluk agama lain jangan tersinggung jika seorang Muslim mengatakan cuma Islam yang benar. Fair kan..?

Oh yaa….MUI dalam fatwanya Nomor : 7/MUNAS VII/MUI/II/2005 tanggal 29 Juli 2005
Tentang Pluralisme, Liberalisme Dan Sekularisme Agama menetapkan bahwa pluralisme agama sebagaimana dimaksud di atas adalah paham yang bertentangan dengan ajaran agama Islam.

Jadi….kesimpulannya: mengakui pluralitas agama dan menolak pluralisme agama

Wallahu a’lam bish showab
Ismail Marzuki
2 Januari 2010

Komentar
  1. mutiarazuhud mengatakan:

    Tanpa kita sadari Sekularisme, Pluralisme maupun Liberalisme adalah paham yang diserbarluaskan oleh kaum Illuminati.

    Bagi illuminati,
    Liberalisme, paham yang “membebaskan” manusia terhadap aturan Allah / Agama
    Pluralisme, paham yang membuat manusia “floating” / “ragu” akan agama.
    sedangkan sekularisme, paham yang menghindarkan manusia dalam kehidupannya me”referensi” kepada Allah / Agama

    selengkapnya baca di blog saya, http://mutiarazuhud.wordpress.com/2010/01/18/sekularisme-pluralisme-dan-liberalisme/

    Toleransi ?

    Umat muslim di Malaysia, “marah” terhadap penggunaan kata Allah bagi Katolik.

    Umat muslim di Malaysia tampaknya belum setoleransi umat muslim di Indonesia. Semoga tidak berkembang menjadi konflik lebih jauh.

    Di Indonesia walaupun ditulis sama Allah antara umat Islam maupun umat Katolik, namun tetap saja ada “perbedaan”.

    Karena “perbedaan” mengenal Allah pada ahli kitab sebelumnya maka Nabi Muhammad di beri wahyu Allah untuk memperbaikinya.

    Salah satu firman Allah , dalam surat Al-Ikhlas sebagai “pengobat” kekeliruan yang telah terjadi.

    Namun tidak ada paksaan bagi mereka akan tetapi firman Allah mengatakan,
    “Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka..” (QS.Ali Imran : 110)

    Jadi, konsep pluralisme adalah keliru ! baik dengan arti semua agama benar atau semua agama sama atau ada berbagai macam agama di dunia, karena Allah “memberitahukan” kepada manusia melalui nabi dan rasul secara bergantian tidak pernah bersamaan !

    Nabi yang kemudian “memperbaiki” ajaran nabi sebelumnya yang “dirusak”, “diubah”,”dilempar” oleh manusia.

    Sampai Allah telah menetapkan untuk yang “terakhir” akan menjaganya sampai akhir zaman.

    Wallahu a’lam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s